Teori Feminis (Feminism Theory)

Isu feminis selalu dikaitkan dengan isu persamaan hak dan kesetaraan gender. Namun, isu yang diangkat oleh feminis lebih dari itu. Dalam teori kontemporer, perhatian tidak lagi dipusatkan pada kehidupan perempuan, melainkan meluas ke arah analisis gender. Bagaimana pengaruh gender dalam kehidupan social manusia. Jika kita mampu melihat dengan jeli, politik internasional dan hubungan internasional hanya dipegang oleh lelaki kebanyakan. Perempuan tidak banyak terlibat dalam mengambil keputusan dan membentuk pola politik internasional.

Berikut ini adalah perspektif yang dikemukakan kaum Feminis:

-          Gender adalah kategori utama dalam analisis.

-          Gender sebagai hubungan kekuasaan tertentu.

-          Penggolongan public/private sebagai isu utama dalam pemahaman kita tentang hubungan internasional.

-          Menelusuri cara-cara dimana ide-ide tentang gender dapat menjadi sesuatu yang sangat bernilai bagi usaha untuk memfungsikan lembaga-lembaga internasional utama.

-          Menyarankan agar gender ditanamkan dalam tatanan internasional.

-          Menentang asumsi-asumsi dominan yang membagi apa yang penting atau tidak penting, atau apa yang marjinal atau sentral, dalam studi hubungan internasional.

Berikut ini adalah asumsi dasar yang dikemukakan kaum Feminis:

-          Kaum feminis tidak menganggap sifat dasar manusia sebagai sesuatu yang tidak berubah.

-          Dari perspektif seorang feminis, kita tidak bisa membuat suatu perbedaan yang jelas antara ‘fakta’ dan suatu ‘nilai’.

-          Ada suatu hubungan erat antara pengetahuan dan kekuasaan dan antara ‘teori-teori’ kita tentang dunia dengan kebiasaan kita, bagaimana cara kita melibatkan diri dengan lingkungan fisik dan social di sekitar kita.

-          Kaum feminis postmodern itu tersendiri (para postmodernis menolak klaim universalitas), kaum feminis memiliki suatu komitmen yang sama pad aide kemajuan social dan kebebasan atau emansipasi kaum perempuan.

Pada kenyataan yang ada, asosiasi bela Negara atau pertahanan kepentiangan nasional selalu dilekatkan pada peran lelaki. Sedangkan, perempuan hanya diberikan peran domestic seperti menjadi ‘pemberi rasa aman’ seperti ibu yang baik, istri yang setia, guru, perawat, dan pekerja social. Sehingga, muncullah pemahaman yang sangat kuat dan mengakar bahwa politik internasional diidentikkan dengan maskulinitas seperti kekuasaan, kekuatan, otonomi, kebebasan, dan rasionalitas.

Terdapat beberapa jenis gerakan feminism, yaitu:

1.       Feminism radikal

2.       Feminism Marxist

3.       Feminism Liberal

4.       Feminism Islam

Ilmu hubungan internasional yang kita pahami saat ini masih bersifat bias gender dan sangat berrorientasi maskulin. Segala aktivitas politik internasional masih didominasi oleh kaum lelaki sehingga, dunia yang terbangun saat ini bisa dikatakan dunia yang berorientasi pada lelaki. Cara pandang yang seperti ini mengakibatkan pandangan terhadap isu-isu hubungan internasional masih berorientasi pada pandangan, pengalaman, dan sensitifitas lelaki. Hal ini, menurut kaum feminis, mengakibatkan rusaknya lingkungan hidup dan pemenuhan hak-hak asasi manusia serta kesetaraan adalah dampak dari maskulinitas yang terjadi.

Status laki-laki lebih tinggi daripada perempuan karena karakteristik maskulin yang dijunjung tinggi dapat menyediakan rasa aman yang lebih dibandingkan jika perempuan yang turun tangan dalam menangani isu-isu internasional. Dalam prakteknya, kaum feminis lebih banyak mengkritisi realism dan Marxism.

Kaum feminis memperjuangkan bagaimana perempuan tidak dijadikan subordinat saja dalam prilaku hubungan internasional dan social masyarakat. Namun lebih kepada bagaimana perempuan dilibatkan dan dijadikan focus utama. Kaum feminis percaya bahwa jika pengambil kebijakan tidak melulu menjadikan perempuan hanya tinggal dalam cakupan domestic saja.

Namun, ada yang miss dari teori ini. Kaum feminis hanya berkonsentrasi pada hubungan gender, lebih tepatnya pada perempuan. Kaum perempuan menggunakan ide-ide tentang gender untuk melegitimasi status tidak setara yang ditujukan untuk perempuan. Kaum feminis juga sangat menguniversalkan perempuan. Maksudnya, kaum feminis melupakan aspek-aspek lain seperti budaya, ras, kelas, dan sebagainya. Padahal kesemua aspek ini sangat berhubungan dengan dinamika social dan internasional. Sementara itu, masih banyak perempuan yang ternyata tidak memiliki ketertarikan-ketertarikan atau ide yang sama dengan apa yang dikoar-koarkan para aktivis feminis ini.

Terdapat beberapa kesalah pahaman dalam memahami Teori Feminism:

-          Laki-laki tidak bisa menjadi feminis, mereka hanya bisa menjadi simpatisan ataupun pendukung.

-          Gender sama dengan jenis kelamin. Jenis kelamin merujuk pada anatomi biologis antara perempuan dan laki-laki. Sedangkan gender menjelaskan kepentingan atau pengertian social yang dirujukkan pada perbedaan-perbedaan itu.

-          Studi gender dalam HI adalah tentang perempuan. Posisi dan status perempuan tidak bisa dipahami tanpa merujuk pad ide-ide umum tentang gender dan bagaimana hubungan gender itu telah diatur dalam masyarakat pada khusunya, maksudnya pola gender telah mengakar di masyarakat dan itulah titik ukur dimana posisi perempuan dalam studi HI.

-          Studi tentang gender dan HI hanya penting bagi perempuan. Pada kenyataannya, dalam menganalisis isu gender, kita tetap harus melihat sisi maskulinitas yang terdapat pada kaum laki-laki untuk melihat bagaimana posisi perempuan yang seharusnya.

-          Feminism merupakan pandangan atau paradigm dunia seperti yang lain.

-          Semua kaum feminis itu lesbian, kecuali para pembenci laki-laki. Feminism adalah lebih mengenai pemahaman dan perlawanan pada aspek-aspek kekuasaan dan kesenjangan tertentu daripada pengecaman yang berpikiran sempit.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s