Amerika Serikat: Liberalisme dalam Ekonomi Politik Internasional

Menurut Robert Gilpin, ekonomi politik internasional adalah interaksi global antara mengejar kekuasaan (power) dan mengejar kekayaan (economy). Di sini, kita akan melihat bagaimana Amerika menggunakan dan memahami aspek liberal dalam bidang ekonomi dan politik internasional. Pendekatan liberal akan membawa kita pada liberalisasi dalam bidang ekonomi yang menghasilkan prinsip kapitalisme dan bidang politik yang menghasilkan demokrasi liberal yang saat ini dianut oleh Amerika. Menurut Charles Krauthammer, seorang kolumnis politik, Amerika Serikat adalah negara adidaya dan hampir semua negara berkiblat pada negara ‘serba bisa’ ini. Strategi liberalisasi telah menjadikannya negara yang memiliki semuanya, kemapanan ekonomi, militer yang kuat, perkembangan teknologi, serta aspek-aspek lainnya.

a.       Liberalisasi ekonomi (kapitalisme)

Salah satu budaya politik Amerika adalah sistem perekonomian kapital. Kapitalisme adalah metode alternative untuk mendistribusikan keuntungan dan kerugian ekonomi. Kapitalisme mengharuskan pemerintah untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi seminimal mungkin. Bebas berusaha dan kepercayaan diri adalah prinsip-prinsip dasar dari kapitalisme. Firma atau perusahaan diperbolehkan untuk beroperasi di pasar bebas dan terbuka, dan individu-individu diharapkan mampu berusaha dengan inisiatif mereka sendiri untuk membangun keamanan stabilitas ekonomi mereka. Perusahaan menentukan apa yang akan mereka produksi dan harga untuk barang dan jasa mereka sementara pembeli menentukan apa yang akan mereka beli dengan harga berapa.

Amerika serikat tidak secara murni menganut sistem kapitalisme, karena pemerintah mengambil peran dalam mengatur dan mendorong perekonomian. Istilah ekonomi campuran ini digunakan dalam menentukan bentuk anasir berbeda dari sistem ekonomi kombinasi antara elemen sosialis dan kapitalis. Amerika Serikat mengadopsi lebih banyak elemen kapitalis daripada elemen sosialis. Karena tradisi individualism yang kuat, orang Amerika cenderung membatasi tujuan dari tindakan pemerintah dalam bidang ekonomi.

Orang-orang Amerika sering melakukan complain terhadap pajak mereka yang dinilai terlalu tinggi, padahal mereka dibebankan pajak yang secara substansial lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa Barat.

b.      Liberalisasi politik (demokrasi)

Pada kenyataannya liberalisasi dan demokrasi tidak bisa dipisahkan. Amerika menganut sistem demokrasi sejak awal. Hal ini dibuktikan dari budaya politik Amerika yang menjunjung tinggi dimensi egaliter dan mayoritanism. Doktrin ini menyatakan bahwa seluruh kekuatan politik yang sah berasal dari persetujuan-persetujuan individu, yang secara alamiah tidak hanya bebas namun juga setara. Pemerintahan demokratis didasarkan dari ide yang menyetujui untuk diperintah oleh perwakilan dan praktik yang dilakukan berdasarkan suara mayoritas. Prinsip dari peraturan mayoritas didasarkan oleh ide bahwa pandangan kaum mayoritas seharusnya menang dari opini kaum minoritas. Tergambar dalam ide tersebut, bahwa terdapat kemungkinan jika saat ini isu tersebut minor, bisa saja esok isu tersebut menjadi mayor. Hal itu berarti isu-isu tersebut dan pemilihan-pemilihan telah diatur sepenuhnya. Prinsip tersebut juga merepresentasikan sebuah bentuk dari kesetaraan bagi setiap warga negara dalam memilih.

Dari penjelasan di atas kita bisa sedikit mendapat gambaran terpisah antara sistem ekonomi dan sistem politik Amerika yang didasari oleh prinsip liberal. Kemudian, kita akan melihat bagaimana prinsip ini dijalankan dalam ekonomi politik Amerika secara bersamaan.

Pada teorinya, pendekatan liberal dalam memahami ekonomi politik internasional Amerika akan membawa kita bahwa hubungan antara ekonomi dan politik akan bersifat ekonomi otonom. Dimana ekonomi bersifat bebas terbuka bagi individu-individu yang mau menukarkan barang dan jasa. Keuntungan pasar yang dijanjikan memang terbukti dengan ‘positive sum game’nya. Namun, terkadang ada pasar yang tidak berjalan sesuai harapan dan hal ini dinilai adalah sebuah kegagalan pasar dan harus dibantu dengan peraturan politik negara tersebut. Inilah kemudian yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Tatanan demokrasi liberal yang dirancang pasca perang oleh Amerika Serikat bukan semata-mata untuk menandingi komunisme Soviet, namun untuk menyelesaikan berbagai persoalan internal kapitalisme industri Barat. Tatanan ini adalah sebuah strategi untuk membangun solidaritas Barat dalam keterbukaan ekonomi dan bentuk pemerintahan politik bersama.

Keterbukaan ekonomi merujuk pada sebuah sistem perdagangan dan bentuk investasi yang tidak diskriminatif dimana semua individu bisa berpartisipasi di dalamnya. Pemikiran Amerika adalah bahwa keterbukaan ekonomi merupakan unsur penting dari suatu tatanan politik yang stabil dan damai. Menteri Keuangan Amerika, Henry Morgenthau, menyatakan bahwa pembentukan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia menandai berakhirnya nasionalisme ekonomi. Secara tidak langsung, ia menegaskan bahwa blok perdagangan dan lingkup pengaruh ekonomi tidak lagi merupakan sarana yang mereka pakai.

Prinsip selanjutnya adalah manajemen bersama tatanan ekonomi politik Barat. Negara-negara industri maju tidak cukup hanya mengurangi pembatasan-pembatasan perdagangan dan gerakan modal, namun mereka juga harus mengatur sistemnya dengan mendirikan lembaga-lembaga, peraturan-peraturan, dan manajemen timbal balik yang aktif oleh pemerintah diperlukan untuk menghindari praktek-praktek persaingan ekonomi yang tidak produktif dan mengundang konflik. Orang Amerika percaya kerja sama itu perlu di dunia dimana ekonomi nasional semakin meningkat karena perkembangan di luar negeri.

Prinsip ketiga adalah tatanan demokrasi liberal menyatakan bahwa aturan-aturan  dan lembaga-lembaga ekonomi dunia Barat harus diatur untuk mengatur stabilitas ekonomi dan keamanan sosial dalam negeri. Dalam skema ekonomi mereka, Amerika mencari sistem yang dapat menolong dan melindungi lahirnya komitmen sosial dan ekonomi mereka. Mereka menginginkan perekonomian dunia yang terbuka, tetapi dapat membawa kesejahteraan negara sekaligus dunia bisnis.

Unsur terakhir adalah konstitusionalisme yang berarti bahwa negara-negara Barat akan membuat berbagai usaha sistematis untuk menambatkan komitmen bersama mereka dalam mekanisme kelembagaan yang terkait dan berdasarkan prinsip bersama. Negara-negara demokrasi tidak hanya menandatangani persetujuan, mereka juga menciptakan proses-proses politik yang mengurangi ketidak-pastian dan membangun kepercayaan dalam komitmen timbal-balik. Dengan kata lain proses politik itu akan menjamin stabilitas ekonomi. Karena kerjasama ekonomi tersebut diikat dengan komitmen politik antar negara dalam pasar internasional tebuka (open international market).

Pemaparan di atas memberikan kejelasan dimana posisi Amerika Serikat dalam pembentukan tatanan ekonomi politik internasional yang lebih terbuka. Hal ini juga menjelaskan bahwa Amerika telah mendominasi hampir semua belahan bumi dengan kekuatan ekonomi dan politik yang dimilikinya. Bahkan, bisa dikatakan Amerika tidak lagi memiliki saingan dalam semua dimensi kekuatan yang dimilikinya (perekonomian, militer, dan teknologi).

Pendekatan liberal hampir sama dengan merkantilis agresif karena keduanya melakukan eksploitasi ekonomi melalui ekspansi ke luar batas negaranya. Namun, ada perbedaan yang mendasar di antaranya. Pendekatan liberal aktor yang melakukan ekspansi adalah swasta, individu, atau korporasi dengan motif perluasan pasar dan menggunakan sistem interdependensi. Sedangkan pendekatan merkantilisme agresif melakukan ekspansi dengan aktor negara, nasionalis, atau aparat negara dengan motif perluasan kekuasaan negara.

Korporasi atau perusahaan yang melakukan ekspansi ekonomi atau perluasan pasar tidak mengatas namakan negara melainkan nama perusahaan mereka sendiri. Sehingga, Amerika Serikat digolongkan sebagai negara yang menganut pendekatan liberal dalam ekonomi politik internasionalnya terlebih dengan nilai-nilai puritan yang menjadi dasar liberalism Amerika Serikat yang disebar luaskan ke seluruh penjuru dunia saat ini dengan gerbang globalisasi.

About these ads

2 gagasan untuk “Amerika Serikat: Liberalisme dalam Ekonomi Politik Internasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s