Pengaruh Cina terhadap Eksistensi Kawasan Pasifik Barat Daya

a. Eksistensi Kawasan Pasifik Barat Daya
Kepulauan Pasifik Selatan sebagai negara berkembang, menginginkan adanya eksistensi dan peran yang cukup signifikan dalam dunia internasional. Kepulauan Pasifik dikelilingi oleh banyak kekuatan besar yang terdiri dari negara-negara maju. Negara-negara pasifik selatan memiliki banyak sumber alam yang mampu menjadi penggerak roda perekonomian negara-negara pasifik. Namun banyak juga negara-negara yang masih bergantung pada bantuan negara seperti Amerika Serikat dan Perancis sebagai negara penjajah.
Pembahasan ini lebih difokuskan pada orientasi kebijakan politik luar negeri negara-negara di Kawasan Pasifik Barat Daya atau yang sering kita dengar Pasifik Selatan. Potensi perkembangan Kepulauan Pasifik dan pengaruh hambatan dalam prospek perkembangannya mengenai struktur ekonomi yang meliputi pendapatan nasional, perdagangan luar negeri, dan bantuan dari luar negeri. Jika kita melihat geografis kepulauan di pasifik Selatan, hanya terdapat pulau-pulau yang sangat kecil, berjumlah banyak, dan berpenduduk sedikit. Pengecualian ada pada Papua New Guinea. Dengan adanya letak geografis tersebut, banyak timbul permasalahan di bidang transportasi misalnya, untuk melewati daerah satu ke yang lainnya, membutuhkan waktu yang lama dan jarak yang jauh. Zona iklimnya pun sangat memungkinkan terjadinya bencana alam secara periodik, seprti badai, banjir, angin topan, bahkan kekeringan. Transaksi pada pasar domestik tidak berlangsung secara besar, dikarenakan area yang kecil dan penduduk yang terbatas, berakibat pada pendapatan nasionalnya. Namun, pada negara Papua New Guinea, dengan jumlah penduduk yang mencapai 3,5 juta lebih banyak terjadi transaksi pada pasar meski intentsitasnya berkurang karena permasalahan infrastruktur. Kelangkaan modal disebabkan karena rendahnya simpanan domestik dan mengakibatkan rendahnya pendapatan perkapita. Sumber daya manusia yang sangat terbatas juga menjadi salah satu penyebab kurang berkembangnya perekonomian negara-negara kepulauan ini. Permasalahan lain yang dihadapi adalah strruktur pemerintahannya, birokrasi, regulasi bisnis, system perncanaan, dan sebagainya serinngkali tidak mencerminkan kebutuhan setempat.
Permasalahan kebudayaan juga merupakan hambatan yang perlu dibenahi. Mengingat perbedaan area, berarti berbeda kebiasaan dan kebudayaan. Tradisi tiap-tiap negara dan wilayah-wilayah di Kepulauan Pasifik memliki banyak perbedaan. Apabila mereka kurang saling memahami dalam hal adapt dan kebiasaan, interaksi sosial akan semakin sulit untuk terwujud, dan proses modernisasi pun akan semakin jauh dari tercapai. Pertumbuhan penduduk dapat menemui permasalahan ketika lapangan pekrjaan tidak tersedia, dan banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi. Dan ketika mereka melakukan emigrasi, pada Cook Island dan Niue, mereka justru kehilangan sumber daya manusia yang padahal mereka membutuhkannya.
Kepulauan Pasifik, banyak memendam kandungan sumber daya alam. Namun sector utama perekonomian Pasifik Selatan terdapat pada pertanian, kehutanan, dan perikanan seperti pada negara Fiji, Cook Island, Solomon Island, Tonga, Vanuatu, Western Samoa dan Papua New Guinea. Sebanyak 60% penduduk menggantungkan hidupnya sebagai pekerjaan sektor utama tersebut. Pada sektor pertambangan, Papua New Guinea, menempati sector perekonomian yang cukup utama, dengan hasil emas, dan tembaga. Di New Kaledonia, hasil tambang yang dapat diperoleh adalah nikel, dan juga ada di Fiji dan kepulauan Solomon. Pada sector manufaktur, tersebar pada banyak negara, Fiji, Papua New Guinea, dan New Caledonia banyak mengahsilkan barang-barang industri.
Tourism sengaja dikembangkan di kepulauan pasifik, mengingat mereka memiliki situasi alam yang cukup bagus untuk menarik minat wisatawan asing datang. Pendapatan nasional kepulauan pasifik mencapai angka $430 – $12,800, dengan peringkat teratas adala Northern Mariana Island, disusul Americ French Polynesia, Guam, New Caledonia, dan Nauru.
Negara-negara tersebut memiliki sumber pendapatan karena disokong oleh bantuan lur negeri mereka. Perdaganagan internasional negara-negara kepulauan pasifik, yang mengekspor paling banyak, dalam data menyebutkan, Papua New Guinea yang paling banyak, seperti emas (sebagai sumber ekspor utama mereka, tembaga, kopi, kokoa, hasil hutan, minyak sawit, dan produk dari bahan dasra kelapa. Kebanyakan negara, memang mengandalakan hasil alam mereka sebagai produk yang diekspor. Tujuan ekspor mereka adalah negara-negara besar yang tidak lain adalah negara yang memberi bantuan financial kepada mereka sebagai bantuk hubungan timbal balik, juga negara-negara yang tergabung dalam European Community, dan beberapa negara maju, seperti Jepang, Amerika, Austrlalia. Bantuan luar negeri yang diberikan kepada kebanyakan negara-negara di kepulauan pasfik merupakan suatu peran yang amat vital dalam menjalankan menjalankan roda perekonomian negara-negara di Pasifik Selatan. 90% negara, mendapatkan bantuan dari negara bilateralnya, seperti dengan Australia, Perancis, dan Amerika Serikat. Bantuan mereka sebagai konsekuensi dari negara koloni mereka diluar teritori mereka. United Nations Develpoment Program (UNDP), Asean Development Bank (ADB), dan World Bank (WB) juga ikut memberi bantuan kepada negara-negara di Kepulauan pasifik. Kerjasama regional di level antar pemerintah sangatlah penting demi kelangsungan perkembangan negara-negara Kepulauan Pasifik. Pada tahun 1982, diadakan suatu kerjasama di bidang perdagangan dan ekonomi, antara anggota negara Kepulauan Pasifik dengan Australia dan Selandia Baru pada suatu perjanjian yang dinamakan South Pasific Regional Trade and Economic Cooperation Agreement (SPARTECA).
Bentuk kerjasama ini mirip seperti Asean Free Trade Area (AFTA), untuk mencapai suatu free market bagi ekspor negara-negara anggota dengan harapan mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tiap negara anggota. Media pelatihan, dar promosi pasara dilakukan untuk menstimulan pasar agar menjadi lebih aktif dalam perdagangan internasional. Negara di luar kawasan pun tidak kalah dalam perannya ikut saling mengmbangkan perekonomiannya. Adalah negara Indonesia, yang turut ikut melakukan kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan internasional. Sebagai lingkaran konsenrtis yang kedua setelah Asia Tenggara, Indonesia memiliki peran yang cukup penting di Pasifik. Hubungan diplomatic Indonesia dengan negara-negara di kawasan Kepulauan Pasifik berjalan membaik. Indonesia juga turut ikut dalam berbagai forum yang diadakan kawasan ini guna membahas kelangsungan perkembangan perekonomian kawasan. Permasalahan struktur ekonomi dan juga sumber daya manusia dihadapi negara-negara di Kepualauan Pasifik. Namun, akan segera teratasi dengan adanya unity seperti yang dilakukan oleh kawasan lain sehingga permasalahan bersama lambat laun akan dapat diatasi dengan mudah, tentunya dengan bantuan negara besar.
Negara-negara Pasifik Barat Daya umumnya menganut sistem demokrasi liberal. Pandangan politik negara-negara ini masih cenderung berorientasi kepada negara-negara bekas penjajahnya karena ketergantungan mereka dalam bidang perekonomian dan pertahanan-keamanan. Peranan Australia dan Selandia Baru cukup besar karena sebelum merdeka, Inggris memberikan wewenang kepada kedua negara untuk mengurus mereka.
Pada umumnya, negara-negara di Pasifik Barat Daya tidak memiliki angkatan bersenjata, kecuali Papua Nugini, Fiji, dan Tonga yang memiliki kerjasama pertahanan keamanan dengan Australia dan Selandi Baru. Penghasilannya masih terbatas, dan komoditas utama adalah dari sektor perikanan, perkebunan kelapa, dan pariwisata. Meskipun mereka namun belum sepenuhnya dimanfaatkan, seperti tembaga di Papua Nugini, fosfat di Nauru dan Kiribati sertaq nikel di New Caledonia. Negara-negara besar seperti Amerika Serika, Inggris, Perancis dan Rusia saling berebut pengaruh di kawasan ini. Itu terlihat dari banyaknya pangkalan militer yang tersebar dari Okinawa sampai Selandia Baru. Pasifik Selatan menganggap Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi dan kedudukan geografis yang cukup menentukan stabilitas wilayah mereka. Bagi negara-negara pasifik selatan, Indonesia adalah “pintu gerbang” menuju ke utara dan wilayah-wilayah lainnya serta menjadi penyanggah (buffer zone) terhadap kemungkinan ancaman dari luar yang mereka hadapi.
Jadi, secara umum sebelum berbicara lebih jauh mengenai politik luar negeri negara-negara pasifik barat daya masih sangat bergantung pada negara lain terutama negara pemberi modal dan negara-negara yang pernah menjajahnya seperti Perancis, Amerika Serikat, dan Inggris. Sementara hubungan yang terjalin di antara negara-negara di Pasik Barat Daya dengan Jepang lebih fokus pada masalah ekonomi khususnya sektor perikanan karena sebagian besar konsumsi ikan masyarakat Jepang barasal dari lautan Pasifik. Namun belakangan ini Cina yang sedang mengembangkan kekuatan dan pengaruhnya mulai masuk ke dalam kawasan ini.
Salah satu negara yang pernah melakukan hubungan diplomatic dengan Cina sebelum kemerdekaannya adalah Nauru. Setelah kemerdekaan pada tahun 1968, Nauru bergabung dengan Persemakmuran Bangsa-Bangsa sebagai Anggota Khusus, dan itu menjadi anggota penuh pada tahun 2000. Nauru diterima Bank Pembangunan Asia pada tahun 1991 dan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1999. Setelah kemerdekaan pada tahun 1968, Nauru bergabung dengan Persemakmuran Bangsa-Bangsa Sebagai Anggota Khusus, dan menjadi anggota penuh pada tahun 2000. Nauru adalah anggota Forum Kepulauan Pasifik, Pasifik Selatan Program Lingkungan Daerah, Komisi Pasifik Selatan, dan Pasifik Selatan Applied Geoscience Commission. Program Pengukuran Radiasi Atmosfer Amerika mengoperasikan fasilitas pemantauan iklim di Nauru. Pengukuran Radiasi Atmosfer amerika mengoperasikan fasilitas pemantauan Program Iklim di Nauru. Simbol dari Forum Kepulauan Pasifik Logo dari Forum Kepulauan Pasifik.
Nauru telah menggunakan posisinya sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendapatkan dukungan finansial dari Republik Cina (Taiwan) dan People’s Republic of China (RRC) dengan mengubah posisinya pada status politik Taiwan. Selama tahun 2002, Nauru menandatangani kesepakatan untuk membangun hubungan diplomatik dengan RRC pada tanggal 21 Juli. Namun, RRC yang masih bersitegang dengan Taiwan tidak menyukai tindakan Nauru yang ambigu. Sehingga dengan resmi memutuskan hubungan diplomatic pada tanggal 14 Juli 2002. Sementara di pihak Taiwan, tanda tangan hubungan diplomatic dimulai dengan resmi pada tanggal 31 Juli 2002.

b. Cina dan pengaruhnya
Pemerintah RRC memberikan bantuan sebanyak US$400,000 kepada Forum Kepulauan Pasifik (PIF) untuk menunjang pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) sebaik pelayanan transportasi udara dan laut yang pernah dibangun oleh Cina di kawasan ini.
Forum ini merasa sangat bersyukur karena komitmen Cina selama tahun 2005 pada Post Forum Dialogue di Papua New Guinea untuk menyediakan bantuan dana tambahan sebesar US$2 juta selama periode 2006 sampai 2010 dengan rata-rata sekitar US$400,000 per tahun untuk proyek kerja sama di bawah rencana yang telah ditentukan.
Bantuan ini datang dari kesepakatan antara China dan Forum Cooperation Fund (FCF) yang dibangun pada tahun 1999 untuk mendorong kerja sama bilateral dan mempromosikan perdagangan, investasi, pariwisata, pertukaran personal, dan pelatihan sebaik fasilitas yang dibangun pada kantor perdagangan Pacific Islands Forum (PIF) di Beijing, Cina.
Pendanaan akan dilakukan untuk tiga proyek:
• Integrasi pembagunan pelabuhan di bawah Secretariat of the Pacific Community’s (SPC’s) Regional Maritime Programs
• Inisiatif penyatuan regional (PASO, Pacific Aviation Safety Office and PIASA, Pacific Islands Air Services Agreement) dan implementasi The Principles on Regional Transport Services di bawah Forum Secretariat
• Upaya mendukung Rural and Remote ICT Access Technologies and Application in Pacific Island Countries.
Bantuan ini akhirnya direalisasikan pada tanggal 15 September 2010 dan menjadikan kerjasama Cina dan Forum Pasifik menjadi lebih dalam. Pendanaan ini juga mempererat dan memperkuat hubungan perdagangan antara China and Forum Island Countries (FICs) melalui bantuan financial kepada Pacific Islands Forum Trade Office di Beijing.
Pengaruh Cina di kawasan ini ternyata dipengaruhi banyak factor, terlebih bagaimana hubungan Cina dengan Jepang yang sempat memanas dan hubungan antara Cina dan Amerika Serikat yang sampai saat ini belum ada hubungan baik antara keduanya.

Pertanyaan:
a. Bagaimana pengaruh komunis yang ada di Vanuatu? Apakah itu dari China?
Berdasarkan data yang kami dapatkan, sumber komunis yang berkembang di Vanuatu bukan dari China melainkan dari Rusia. Belum lagi jika kita memperhatikan kapan pertama kali China masuk ke kawasan ini. China masuk lama setelah tertanam pengaruh Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa Barat lainnya. Hal itu tentunya di-cover dengan sempurna oleh Amerika Serikat dan negara Eropa Barat lainnya dengan menjaga ketat pengaruh komunis yang dinilainya berpotensi masuk ke kawasan ini.
Rusia memang pernah bekerja sama dengan Vanuatu di berbagai bidang salah satunya adalah kerja sama penangkapan ikan di perairan nasional Vanuatu. Sehingga, pengaruh komunis yang muncul di Vanuatu adalah buah kerja samanya dengan Rusia. Sedangkan jika menilik bagaimana China berhubungan dengan Vanuatu, tidak pernah ada hubungan diplomatic bilateral antara keduanya. Sehingga, bisa dipastikan China tidak membawa komunismenya ke Vanuatu. Satu hal yang penting, alasan China masuk ke dalam kawasan ini tidak lain tidak bukan adalah kepentingan perdagangan dan investasi. Jadi, bisa dikatakan perluasan pengaruh komunis bukan alasan utama masuknya China ke kawasan ini. Pun jika ada penyebaran ideology, hal itu akan dilakukan dengan menyelipkannya di agenda-agenda perdagangan dengan tidak langsung tentunya dan perlu kita ingat, kerja sama China di kawasan ini masih tergolong baru. Jadi, agak riskan jika kita menganggap komunisme Vanuatu berasal dari China.
b. Bagaimana dengan penguatan aspek militer China di Pasifik Selatan? Apakah pengaruhnya dengan keamanan kawasan ini?
Sampai saat ini, belum ada kegiatan military enforcement yang dilakukan oleh China di kawasan ini. Jadi, tentu saja keamanan kawasan ini tidak dipengaruhi sama sekali. Adapun tindakan penguatan aspek militer yang terjadi di kawasan ini adalah tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Perancis dalam menguji coba kekuatan hulu ledak nuklir yang mereka miliki. Hal ini berpengaruh besar terhadap kelangsungan hidup biota laut dan ketersediaan air bersih yang tidak terkontaminasi. Hal ini tidak mendapat banyak tanggapan atau protes dari negara-negara PBD. Bukannya mereka setuju, namun ada semacam kerja sama invisible yang mengatur masalah ini. Bisa dibilang, kawasan ini telah disewa oleh mereka untuk menguji nuklir. Jadi, ada pengaruh besar namun tidak ada apa-apa yang mampu mereka lakukan. Lagipula, mereka lebih khawatir dengan persoalan keamanan non konvensional seperti bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi dan menyebabkan kerusakan besar di kawasan ini. Sedang untuk permasalahan kemanan konvensional seperti di atas, tidak ada kebijakan pasti yang mengatur dengan jelas hukumnya.
c. Bagaimana polugri China terhadap kawasan ini?
Bisa dibilang arah kebijakan luar negeri China terhadap kawasan PBD hampir sama dengan apa yang sedang mereka terapkan di kawasan Asia Tenggara, yaitu perdagangan dan investasi. Namun, dikarenakan kawasan ini sangat tertinggal dibidang komunikasi dan teknologi maka China harus terlebih dahulu membangun ports komunikasi dan pelabuhan yang baik untuk mendukung kerja sama yang lebih terarah. China juga telah membangun kantor khusus di Beijing yang merupakan headquarter perdagangan China dan PBD. China tidak begitu saja masuk dan melakukan kerja sama perdagangan di kawasan ini. Namun ada hal-hal yang terlebih dahulu mereka perbaiki dan bangun sehingga ada semacam keterikatan atau utang tidak langsung yang akan diterima China sebagai balasan.
d. Apa tantangan yang dihadapi China dalam memasuki kawasan ini?
Hal yang paling pertama adalah permasalahan teknologi, komunikasi, dan transportasi. Namun hal ini telah diupayakan sekarang oleh China dengan pemberian bantuan pembangunan ports and communications technology di pertengahan 2010 lalu. Hubungan antara China dan Amerika Serikat, China dan Jepang, serta China dan beberapa negara Eropa lainnya menjadi penghalang yang agak sulit ditembus oleh China. Amerika Serikat beserta teman-teman akan berupaya untuk menyulitkan jalan China karena beberapa ketakutan-ketakutan politik yang akan muncul ketika China berhasil mendarat dengan indah di kawasan ini. Selain itu, factor budaya masih menjadi salah satu tantangan yang harus siap dihadapi oleh China. Bagaimana keadaan masyarakat awam di kawasan PBD masih sangat sulit ditembus oleh China. Sehingga, masih banyak hal yang harus dilakukan China dengan rancangan yang tidak main-main.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s